Selasa, 18 November 2014

Sepenggal Kisah Galau

Sebenarnya aku tak pandai untuk mengarang atau bertutur kata untuk menceritakan tentang kehidupanku atau menceritakan tentang apa yang telah aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Ku akui, itu adalah kelemahan. Bukan! Lebih tepatnya adalah sebuah kekuranganku. Aku pun sadar, setidaknya telah tersadar beberapa kali, tetapi masih saja tidak beranjak dari ketidaksadaran dimana aku ingin bercerita.

Baik, kita mulai ceritanya. Aku hanya seorang mahasiswa tingkat akhir yang seharusnya sekarang sudah mengambil skripsi saja. Namun, karena kebodohanku dimasa lalu itu, masa tuaku dikampus sekarang ini menjadi masa tua yang paling dipertanyakan, barangkali demikian. Tak ada satupun hal yang dapat membuatku termotivasi untuk mencari sebuah judul, minimal untuk membuat Usulan Penelitian, atau biasa yang kawan-kawanku sebut itu dengan “U.P”.

Ya, setidaknya aku harus segera menemukannya karena aku pernah merasakan “sakitnya tuh disini” ketika ada seseorang temanku yang mengambil judul usulan penelitian yang sama denganku. Kata-kata dari A hingga Z yang ia tuliskan di cover U.P. yang ia buat persis sama seperti apa yang telah aku pikirkan dan aku rencanakan selama ini. Perbedaannya hanyalah, dia telah mengambil skripsi, sedangkan aku, masih mendalami beberapa mata kuliah kembali. Ibaratnya dia adalah Ius Constitutum dan aku adalah Ius Constituendumnya.

Apakah aku tercambuk dengan kenyataan seperti itu ? Tentu saja aku merasa tercambuk, setelah menyaksikan teman-temanku sudah membuat usulan penelitian itu. apalagi setelah melihat kebanyakan dari teman-temanku sudah mendapat Dosen Pembimbing. Rasa “sakitnya tuh disini” semakin menjadi-jadi. Apa yang harus aku kerjakan ? Aku kebanyakan hanya bisa termangu dalam keadaan, tidak tersentuh motivasi untuk bisa menjadi lebih hebat daripada mereka. Kebanyakan yang aku lakukan hanyalah membuang-buang waktu hanya untuk bermain Line: Let’s Get Rich atau game online Facebook yang bertitle Blade Hunter.

Mungkin dapat disebut sebagai galau yang akut terhadap apa yang telah terjadi. Segera setelah itu, buru-buru aku menyelesaikan tulisan jurnalku yang terkatung-katung selama beberapa bulan yang lalu. Tetapi aku mengalami beberapa kali revisi, namun aku tidak menyerah. Aku tetap merevisinya, bertanya kepada teman-temanku yang telah sukses melakukan revisi jurnal dan kembali menyetorkannya. Keadaan yang terakhir saat ini, aku belum tahu, apakah aku harus merevisi kembali, karena tadi siang aku lihat, belum tampak tulisan jurnalku masuk kotak revisi kembali. Kemungkinannya hanya ada dua, yaitu tulisanku belum diperiksa atau mungkin tulisanku sudah valid. Untuk yang terakhir aku sebutkan aku terus berdoa agar tulisan jurnalku dapat segera valid. Amiiin

Jadi, dapat dikatakan bahwa dalam semester ini, aku tidak begitu memikirkan skripsi, melainkan menikmati masa-masa tuaku “mendalami” berbagai bidang ilmu yang belum tuntas aku pelajari dan belum aku kuasai sepenuhnya. Terus-menerus melakukan perbaikan dalam merevisi jurnal dan aku ingin membuang kebiasaan lamaku, yaitu bermain-main game yang tidak kunjung memberikanku manfaat dalam kehidupan. Hari ini aku sukses tidak membuka Blade Hunter, game online facebook itu, sebuah kebanggaan bisa melakukannya. Tetapi kecanduanku terhadap Line: Let’s Get Rich masih saja berkecamuk. Aku sadar, aku harus membangun kembali kebiasaan-kebiasaan positif untuk menjadi pribadi yang bersemangat kembali.

Yah, ini mungkin hanya sekelumit kisah galauku yang coba aku tuangkan dalam bentuk tulisan. Aku tidak mengeluh tentang apa yang terjadi dalam hidupku, tetapi aku hanya berusaha menuliskannya, karena aku ingin kelak ketika aku sudah mengambil mata kuliah skripsi, aku dapat dengan mudah menulis skripsi, layaknya aku menulis tulisan yang sedang engkau nikmati sekarang ini.


Jenis-Jenis Delik Hukum Pidana

Ini sebenarnya tugas Ujian Tengah Semester saya beberapa minggu lalu. Kenapa saya Posting, karean sebenarnya saya tidak ada inspirasi untuk menulis. Oleh karena itu saya putuskan untuk mempostingnya, karena berbagi tentang ilmu pengetahuan adalah hal yang utama dalam setiap kehidupan. Mari mulai membaca tulisan saya tentang Delik Hukum Pidana ini.

Menurut Moelijatno, delik adalah perbuatan yang dilarang oleh suatu aturan hukum, larangan mana disertai ancaman (sanksi) berupa pidana tertentu bagi barangsiapa yang melanggar larangan tersebut.



Jenis-jenis delik yang ada didalam Hukum Pidana saat ini adalah, 
a. Delik Formil dan Delik materiil
Delik Formil adalah rumusan undang-undang yang menitikberatkan kelakuan yang dilarang dan diancam oleh undang-undang, misalnya terdapat dalam pasal 362 KUHP tentang pencurian.
Delik Materiil adalah rumusan undang-undang yang menitiberatkan akibat yang dilarang dan diancam dengan pidana oleh undang-undang, contohnya pasal 35 KUHP tentang penganiayaan.

b. Delik Dolus dan Delik Culpa
Delik dolus adalah perbuatan yang dilarang dan diancam dengan pidana yang dilakukan dengan sengaja. Rumusan undang-undang menggunakan “oppzettelijk”, akan tetapi dikenal juga sebagai perbuatan yang dilakukan karena “dolus” atau “opzet” seperti misalnya pasal 338 KUHP.
Delik Culpa adalah perbuatan yang dilarang dan diancam dengan pidana yang dilakukan dengan kealpaan atau nalatigheid atau onachtzmmheid. Rumusan dalam undang-undang disebut schuld, terdapat dalam Pasal 359 KUHP

c. Delik Commission dan Ommisi
Delik Commission delik yang terjadi karena suatu perbuatan seseorang, yang dapat meliputi bagi delik formil dan delik materiil yaitu didalam pasal 362 dan pasal 378 KUHP.
Delik Ommisi adalah yang terjadi karena seseorang yang tidak berbuat sesuatu dan biasanya merupakan delik formil, yaitu didalam pasal 224 KUHP tentang orang yang tidak memenuhi  panggilan pengadilan.

d. Zelfstandige Delicten dan Voorgezette Delicten
Zelfstandige Delicten adalah delik yang berdiri sendiri yang terdiri atas satu perbuatan tertentu.
Voorgezette Delicten adalah delik yang terdiri atas beberapa perbuatan berlanjut. Pembagian delik ini diperlukan untuk kepentingan sistem penerapan penjatuhan pidana, seperti ketentuan yang diatur dalam pasal 64 KUHP tentang perbuatan berlanjut.

e. Aflopende delicten dan Voordurende delicten
Aflopende delicten adalah delik yang terdiri atas kelakuan untuk berbuat atau tidak berbuat (een doen of nalaten) dan delik telah selesai ketika dilakukan , seperti misalnya kejahatan tentang penghasutan, pembunuhan, pembakaran dan sebagainy ataupun pasal 330 dan pasal 529 KUHP.
Voordurende delicten adalah delik yang terdiri atas melangsungkan atau membiarkan suatu keadaan yang terlarang, walaupun keadaan itu pada mulanya ditimbulkan untuk sekali perbuatan. Contohnya terdapat dalam pasal 221 tentang menyembunyikan orang jahat.

f. Enkelvoudege delicten dan Samengestelde delicten
Enkelvoudege delicten mempunyai arti yang hampir sama dengan Aflopende delicten, yaitu delik yang selesai dengan kelakuan.
Samengestelde delicten adalah delik yang terdiri atas lebih dari satu perbuatan. Ada juga yang menyebutnya sebagai “collective delicten”.

g. Eevoudige Delicten adalah delik biasa, yang dilawankan dengan gekwalificeerde delicten yaitu delik yang mempunyai bentuk pokok yang disertai unsur yang memberatkan, atau juga disebut sebagai “geprivilegieerde delicten” yang mempunyai bentuk pokok yang disertai unsur yang meringankan.

Gekwalificeerde delicten disebutkan dalam pasal 362 KUHP sebagai bentuk eenvoudig delict menjadi bentuk pasal 363 dengan disertai pemberatan pidana karena syarat-syarat tertentu. Geprivilegieerde delicten disebutkan dalam pasal 341 lebih ringan dari pasal 342.

h. Politieke delicten dan Commune delicten
Politieke delicten adalah delik yang dilakukan karena adanya unsur politik, yang dapat dibedakan menjadi :
1. Zuivere politieke delicten, yang merupakan kejahatan hoogveraad dan landverraad sebagaimana diatur didalam  pasal 104-110 (pengkhianatan intern) dan pasal 121, 124, 126 (pengkhianatan ekstern).
2. Gemengde politieke delicten, yang merupakan pencurian terhadap dokumen negara
3. Connexe politeke delicten, yang merupakan kejahatan menyembunyikan senjata
Commune delicten adalah delik yang ditujukan kepada kejahatan yang tidak termasuk keamanan negara, misalnya penggelapan, pencurian dan lain sebagainya.

i. Delicta propria adalah delik yang dilakukan hanya oleh orang tertentu karena suatu kausalitas, misalnya delik jabatan dan delik militer
j. Penggolongan delik berdasarkan kepentingan hukum yang dilindungi, misalnya delik aduan, delik harta kekayaan dan lain sebagainya.

Oke, sudah cukup membacanya. Namun, jik ada yang masih kurang tentang beberapa Delik diatas, sebuah kehormatan bagi saya untuk menerima kritik dan saran yang membangun untuk terciptanya sebuah tulisan yang baik. Terimakasih telah berkunjung, Selamat malam.

"Karena jika bukan karena kalian, saya tidak ada apa-apanya."

Minggu, 16 November 2014

Pesan Rahasia "766" One Piece kepada Naruto

Akhirnya manga yang selama ini menghiasi kehidupan kita, Naruto, sudah tamat. Tepat pada tanggal 6 November 2014, Shonen Jump telah merilis manga terakhir naruto, yang berjudul Naruto Uzumaki. Bersamaan dengan itu pula, chapter terbaru One Piece yang berjudul “Smile” juga dirilis. Tetapi ada hal yang menarik yang patut untuk saya telaah dalam manga terakhir Naruto dengan Pembukaan di dalam Chapter One Piece yang berjudul “Smile” tersebut. Apa sajakah itu ? Yuk kita bahas satu persatu.

Berdasarkan sumber yang saya baca beberapa hari yang lalu, bahwa terdapat pesan rahasia yang disematkan oleh penulis sekuel One Piece, Eiichiro Oda, pada chapter terbarunya. Pada chapter tersebut terdapat daftar menu makanan yang terpampang sedemikian rupa, yang apabila kita menguasai bahasa Jepang, mungkin akan mudah untuk memecahkan kode rahasia tersebut.






1. Logo One Piece Special Naruto
Logo One Piece yang berisi Lambang Konohagakure yang menjadi Huruf O, huruf E yang berisi lambang shuriken, dan tentu saja karakter utama dari Desa konoha itu sendiri, yakni Naruto yang direpresentasikan menjadi Huruf I ikut disematkan dalam kata-kata One Piece tersebut.
2. List Menu Makanan
Dalam gambar tersebut, terdapat daftar menu yang terdiri dari nama makanan yang terdiri dari
"Nasu no itame" (tumis terong),
“Rukkora no sarada” (arugula salad),
“Tofu”,
“Otsumami” (bar snacks),
“Karee” (kare),
“San” (angka 3),
“Den”,
“Shōyū no” (kecap)
“Tamago” (telur).
Jika kita kaitkan antara 2 kata depan dari nama-nama makanan tersebut maka akan dapat kita tarik benang merahnya, yaitu “NARUTO OTSUKARE-SAN DESHITA”, yang artinya adalah “Naruto, selamat atas kerja kerasmu selama ini”. sebuah pesan penghormatan kepada Manga Naruto, beserta penulisnya, yaitu Masashi Kishimoto, karena telah berhasil menyelesaikan manga Naruto tepat di chapter 700 dan memakan waktu kurang lebih selama 15 tahun untuk menggarapnya. Sungguh sebuah karya yang sangat mengagumkan.
3. Baju Nami
Awalnya melihat dari baju Nami, saya merasa bahwa itu adalah lambang dari Akatsuki, seolah-olah mirip karena menurut saya itu adalah  awan merah. Tetapi, usut punya usut, ternyata itu juga adalah penggambaran dari lambang Desa Konoha itu sendiri. Saya sendiri benar-benar amat terkecoh. Hehe




4. Saling Memakan  Makanan Favorit Masing-Masing
Makanan yang di makan oleh Luffy adalah Ramen Ichiraku. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Naruto Uzumaki adalah seorang Ninja yang sangat menyukai ramen ichiraku. Mungkin jika kita bernostalgia pada chapter 1 Naruto, kita akan ingat ketika Naruto kecil mencorat-coret patung kepala dari para Hokage ketiga pada saat itu. ketika dia masih asyik mencorat-coret patung tersebut, datanglah guru pertamanya yaitu Iruka Sensei untuk menasehati Naruto kecil dan berjanji jika Naruto mampu membersihkannya, dia akan meneraktir Ramen di Kedai Ichiraku.
Dan sudah pasti seseorang yang diajak makan oleh Luffy yang dibelakangi oleh Nami adalah si Ninja Orange, yaitu Naruto Uzumaki yang sedang memakan daging, makanan favorit dari si Luffy.

5. Rubah Kecil
Rubah kecil yang sedang ikut makan ramen ichiraku. Menurut saya ini adalah “Kurama” kecil yang terdapat dalam diri Naruto. Sengaja di buat untuk menggambarkan bahwa Naruto adalah sang pemilik dari ekor sembilan atau Kyuubi. Disamping itu, menurut saya, baju yang dikenakan oleh si Rubah kecil menyematkan simbol dari lambang klan Uzumaki.







Yah walaupun sudah ada yang memuat dan tulisan saya ini bisa dibilang repost, tetapi sebisa mungkin saya menggunakan bahasa saya sendiri. Ini menandakan bahwa saya juga menggemari karya dari Masashi Kishimoto. Terimakasih telah membaca tulisan saya ini. Tak lupa juga saya mencantumkan asal sumber dari mana saya mendapatkan inspirasi ini.

Sabtu, 01 November 2014

Tulisan Tak Berjudul

Hi kawan, apa kabar ? Sudah lama juga ya, tak bersua denganmu. Malam ini, aku ingin membuat sebuah tulisan, tapi entahlah apa tulisan ini adalah sebagian dari curhatku atau hanya sekedar remeh-temeh. Namun, aku tak begitu mempedulikan semua itu. Aku hanya mencoba kembali membuka sebuah blog usang yang telah lama kutinggalkan selama beberapa bulan. Untungnya tidak ada debu atau jaring laba-laba diblogku ini, hanya saja, debu itu kini berada di depan laptopku. Hmm, biar kubersihkan sedikit dulu untukmu, kawan.


Sebenarnya, aku hanya kehilangan passionku dalam menulis. Kesana kemari aku berkelana, tapi tak jua membuahkan hasil maksimal. Entah perasaan menyesal atau barangkali senang yang menggelayuti perasaanku. Yang kutahu, aku hanya berusaha untuk memperoleh kesenangan didunia maya ini, tapi nampaknya kesenanganku hanya dapat dirasakan oleh diriku sendiri. Tak dapat ku berbagi kesenanganku denganmu, kawan.

Hmm, ingin rasanya kembali seperti hari-hari kemarin. Hari-hari dimana aku mendengarkan single Ever Enough dari A Rocket To The Moon dan mulai menulis atau mengetik di depan laptop usangku. Yah, mungkin ada sedikit... hmm, bukan sedikit, melainkan banyak penyesalan lebih tepatnya yang ada dibenakku saat ini, seperti single Yang Telah Berlalu (Nirwana) miliknya Gigi barangkali. 

Jika boleh kuberandai-andai, yang kuperlukan saat ini adalah sebuah Time Portal milik Doraemon. Untuk dapat memutar waktu, dan pergi kembali pada masa-masa indah yang lalu. Yang lalu kini telah menjadi kenangan indah yang hanya bisa kukenang. Sangat sederhana, tetapi layak untuk kubersedih. Namun, aku menyadari bahwa tak ada untungnya aku menyesali dan bersedih, karena kehidupan yang fana ini masih terus berlanjut.

Wah, tampaknya ada perasaan bosan dan letih yang menderamu ketika engkau membaca tulisanku ini. Tapi sebelum kamu menutup tab yang berisi blogku ini, ada baiknya engkau meninggalkan jejak dengan mengomentari tulisan-tulisanku. Di kolom komentar, engkau boleh menyampaikan keluh kesahmu atau mungkin juga kita bisa saling bertukar cerita tentang pengalaman hidup kita masing-masing.

"Orang yang aku sukai, adalah orang yang menunjukkan Kesalahanku" begitulah sebuah pesan yang disampaikan oleh Umar bin Khattab, seorang sahabat setia Rasulullah. Jadi bila ada kesan dan pesan, kritik dan saran yang membangun, sampaikan saja ya, kawan. Kutunggu kunjunganmu selanjutnya di blogku yang sederhana ini. Terimakasih telah menyempatkan dirimu untuk singgah sebentar disini.

Salam Hangat dariku,
Pemilik Blog Usang ini,


Kang Rushend.